STUDI EKSPERIMENTAL EFEK KUAT ARUS TERHADAP DISTRIBUSI KEKERASAN DI DAERAH LAS PADA PENGELASAN GMAW SECARA MANUAL

Hery Irawan, Sukendro B.S, Muhamad Anzaldi

Abstract

Pengelasan sering digunakan untuk menyatukan komponen-komponen mesin, dimana kualitas proses pengelasan menentukan ketangguhan dan kekuatan hasil las. Kualitas hasil las juga perlu diperhatikan didalam pengelasan baja medium. Perlu dilakukan penelitian parameter las guna memperbaiki kualitas hasil las. Penelitian ini disusun dengan metode Central Composite Design (CCD), dimana parameter las digunakan arus pengelasan. Kuat arus pengelasan digunakan 175 A, 225 A dan 275 A. Proses las digunakan las TIG. Kekerasan dan struktur mikro digunakan sebagai respon sistem. Pada hasil pengujian ditunjukkan perubahan distribusi kekerasan dan struktur mikro yang terbentuk pada hasil las akibat kuat arus pengelasan dan tebal pelat. Distribusi kekerasan ditunjukkan perubahan kekerasan pada daerah logam las sebesar 28 % ketika arus dinaikkan. Pada daerah HAZ ditunjukkan perubahan sebesar 30 % dan daerah logam induk tidak terjadi perubahan yg signifikan. Dari hasil struktur mikro ditunjukkan kenaikan struktur pearlit didalam mikro struktur.

Keywords

arus pengelasan, distribusi kekerasan; parameter pengelasan; struktur mikro

Full Text:

PDF

References

Anggono, Juliana, dkk (1999), Pengaruh Besar Input Panas Pengelasan SMAW terhadap Distorsi Angular Sambungan T Baja Lunak SS400, Vol 1, No 1, Jurnal Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik Industri, Universitas Kristen Petra, Surabaya, http://www.t.petra.ac.id/~puslit/journals/.

Awia (2009), Pengaruh variasi tebal pelat dan besar arus listrik terhadap distorsi pada pengelasan multilayer proses GMAW dengan menggunakan transfer spray. Proceding Seminar Pascasarjana, PPs, ITS, Surabaya.

AWS D1.1/D1.1 M – 2002, Struktur Welding Code – Steel, American Welding Society, An American National Standart.

Gourd L.M., (1995), Principles of Welding Technology, Third Edition, Edward Arnold, A Division of Holder Headline PLC, 338 Euston Road, London.

Iriawan, Nur, Septin Pudji Astuti, (2006), Mengolah Data Statistik Dengan Mudah Menggunakan Minitab 14, Andi, Yogyakarta.

Kou, Sindo, (2003), Welding Metallurgy, 2th Edition, John Wiley and Sons, Canada.

Montgomery, D.C., (1991), Design and Analysis of Experiment, John Wiley and Sons, Canada.

Myer, R.H., and Montgomery, D.C., (2002). Respon Surface Methodology Process and Production Optimazation Using Design Experiment. John Wiley and Sons, Canada.

Rusdianto, Jaka, (1999), Analisa Pengaruh Parameter Pengelasan GMAW terhadap Distorsi yang Terjadi Pada Pengelasan Baja SS400 Ketebalan 12mm. Tugas Akhir yang tidak dipublikasikan, ITS, Surabaya.

Suwanda, Totok, (2001), Minimalisasi Distorsi Pada Pengelasan Plat Baja Lunak dengan Submerged Arc Welding Pada lebar Pelat Dan Kedalaman Penetrasi yang berbeda, Proceding Seminar Pascasarjana, PPs, ITS, Surabaya.

Suherman, Wahid (1998), Ilmu Logam II. Diktat Kuliah Jurusan teknik Mesin, ITS.

Widharto Sri (2009), Menuju Juru Las Dunia, PT. Pradnya Paramitha. Jakarta.

Wiryosumarto, Harsono dan Toshie Okumura (2004), Teknologi Pengelasan Logam, PT. Pradnya Paramita, Jakarta.

Yoshiki, Mikami, dkk., (2006), Measurement and Numerical Simulation of Angular Distortion of Fillet Welded T-joint, Vol.24, No. 4(20061105) pp.312-323. Japan Welding Society.

Triyono (2006), Pengaruh Manajemen Termal terhadap Distorsi Bowing Sambungan Las Logam tak Sejenis antara Baja Karbon dan Baja Tahan Karat. Unesa.

Pranowo Sidi, (2008). Minimalisasi Distorsi Sudut dengan Kedalaman Penetrasi sebagai Kendala pada Proses Pengelasan Busur Rendam Sambungan-T. Proceding Seminar Pascasarjana, PPs, ITS, Surabaya.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.