Strategi Mitigasi Risiko pada Produksi Surimi Beku dengan Metode House of Risk (HOR) dan SCOR Model

Vonny Adelia, Wiwin Widiasih

Abstract

PT. Starfood International adalah perusahaan yang bergerak dibidang ekspor hasil laut, yang beralamat di Jl. Raya Daendles KM 76. Desa Kandangsemangkon, Kec. Paciran Kab. Lamongan. PT. Starfood International memiliki 3 produk, salah satunya yaitu Surimi. Risiko adalah suatu kejadian atau peristiwa yang tidak diinginkan atau datang tidak diduga yang mengakibatkan kerugian. Pada identifikasi permasalahan tahap awal, kendala yang dihadapi perusahaan yaitu ketidakstabilan pasokan bahan baku berupa ikan karena bergantung pada cuaca atau faktor alam. Dengan hal itu, kendala atau tantangan yang terkait dengan perusahan perikanan dapat diminimasi dengan mengelolah proses rantai pasok / supply chain, dimana kegiatan tersebut dari memasok bahan baku hingga pendistribusian ke tangan konsumen. Penelitian ini menggunakan model  SCOR dan House Of Risk (HOR). Pada tahap HOR 1 mengidentifikasi kejadian risiko, menentukan penilaian severity, penilaian occurrence, korelasi antara risk event dengan risk agen dan perhitungan nilai ARP. Hasil dari identifikasi risiko didapatkan 13 kejadian risiko dan 20 agen risiko. Terpilih 12 agen risiko dengan nilai tertinggi kesatu,kedua dan ketiga yaitu bahan baku yang bergantung pada musim, kurangnya komunikasi antara perusahaan dengan supplier, pencucian bahan baku dilakukan secara manual. Berdasarkan nilai ARP tertinggi dan dilakukan perencanaan strategi mitigasi. Terdapat 12 strategi mitigasi yang diusulkan guna mengurangi kemungkinan risiko yang terjadi di perusahaan. Tiga diantaranya yang memiliki nilai tertinggi yaitu melakukan komunikasi dengan supplier (target/rencana,RM masuk), menjalin komunikasi dengan baik ke buyer untuk mempercepat pembayaran barang agar tidak terlambat, harus sesuai spek supplier guarantee

Kata kunci: Risiko, SCOR, House Of Risk (HOR

Full Text:

PDF

References

Hairul. (2020). BUKU MANAJEMEN RISIKO_compressed.pdf (p.71).Hanafi, M. (2016). Manajemen Risiko. 1–300.

Muhyiddin. (1959). Pengertian Konsep Risiko. Nucl. Phys., 13(1), 104–116.

Pangestuti, D. C. (2019). Unhi press 2019. http://repo.unhi.ac.id/bitstream/123456789/184/1/ILMU ALAMIAH DASAR.pdf

Profita, A., Ramadhania, P. M., & Widiasih, W. (2018). Integrated supply chain risk management in ready mix batching plant. Proceedings of the International Conference on Industrial Engineering and Operations Management, 2018-March, 3549–3560.

Pujawan, I. N., & Geraldin, L. H. (2009). House of risk: A model for proactive supply chain risk management. Business Process Management Journal, 15(6), 953–967. https://doi.org/10.1108/14637150911003801

Pujawan, I. N. M. (2017). Supply Chain Management edisi 3 (Maya (ed.); 3rd ed.). ANDI. Syarif, U. (2015). Pengelolaan Risiko Dalam Industri (Redaksi Mandar Maju (ed.)). CV. Mandar

Widiasih, W. (2017). Analisis Risiko pada CV. Surya Mas Rubber Dengan Pendekatan SCOR Model. Seminar Nasional Teknik Industri, November, 90–100.http://digilib.mercubuana.ac.id/manager/t!@file_artikel_abstrak/Isi_Artikel_883663178733.p df

Refbacks

  • There are currently no refbacks.